Bukittinggi,Kanalutama — Gelanggang Bukit Ambacang kembali bergemuruh. Ribuan warga dari Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam tumpah ruah menyaksikan perhelatan tradisi Pacuan Kuda Bukittinggi–Agam yang digelar pada Minggu (26/4).
Antusiasme tinggi masyarakat sudah terlihat sejak pagi hari. Olahraga tradisional yang menjadi warisan budaya kebanggaan masyarakat setempat ini tidak hanya menarik minat pecinta berkuda, tetapi juga menjadi magnet hiburan bagi keluarga di akhir pekan.
Untuk mengantisipasi membeludaknya penonton, sejumlah petugas kepolisian disiagakan di berbagai titik vital. Fokus penjagaan tersebar mulai dari pintu masuk, tribun penonton, hingga area lintasan pacu untuk memastikan penonton tetap berada di zona aman.
“Prioritas utama adalah kenyamanan masyarakat yang datang. Selain di area gelanggang, petugas juga mengatur arus lalu lintas di sekitar kawasan Bukit Ambacang untuk mencegah kemacetan panjang akibat lonjakan volume kendaraan,” ujar perwakilan Polresta Bukittinggi di lokasi kegiatan.
Di lapangan, petugas tampak melakukan pendekatan humanis dengan berbaur bersama penonton sambil sesekali memberikan imbauan agar warga tetap menjaga ketertiban dan mengawasi keselamatan masing-masing selama perlombaan berlangsung.
Hingga perlombaan berakhir, acara berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kesuksesan perhelatan ini menjadi bukti sinergi yang baik antara panitia dan petugas keamanan dalam menjaga marwah tradisi pacuan kuda agar tetap dinikmati dengan aman oleh seluruh lapisan masyarakat.












